Sinopsis & Review Film The Revenant: Balas Dendam Hugh Glass
Hi Movie Lovers! Edisi kali ini Analisa Film akan membahas sinopsis film The Revenant. Film ini merupakan inspirasi dari kisah nyata lho.
Berbagai penghargaan bergengsi pun sukses didapatkan film yang rilis pada tahun 2015 ini. The Revenant menceritakan perjalanan balas dendam Hugh Glass yang penuh lika-liku.
Nah buat kamu yang suka tontonan yang seru dan intense, yuk simak sinopsis the revenant dan review nya.
Contents
Sinopsis Film The Revenant
Film ini berlatar belakang tahun 1823. Menceritakan seorang pemandu pemburu kulit binatang bernama Hugh Glass dan Hawk, anaknya, yang sedang memimpin kelompok pemburu dengan Kapten Henry sebagai ketua kelompok terserbut.

Konflik bermula saat suku Indian Arikara menyerang perkemahan mereka. Banyak korban berjatuhan. Glass memimpin anggota kelompok yang tersisa untuk menyelamatkan diri menggunakan perahu.
Mereka memutuskan kembali ke Fort Kiowa menggunakan jalur sungai. Mereka terpaksa meninggalkan hasil buruannya di tepi sungai untuk meringankan perjalanan.
Dalam perjalanannya, tak sengaja Hugh Glass bertemu dengan induk beruang grizzly. Beruang itu menyerang Glass membabi buta hingga hampir tewas.
Keadaan Glass yang kritis membuatnya tidak dapat melanjutkan perjalanan dengan baik. John Fitzgerald mengusulkan untuk membunuh Glass saja.
Sayangnya Kapten Henry tidak tega sehingga Ia memutuskan untuk memerintahkan anggotanya merawat Glass hingga mati dan menguburkannya dengan layak.
Orang yang mau merawat glass akan mendapatkan upah besar. Mereka adalah Fitzgerald, Hawk, dan Bridger.
Fitzgerald yang sedari awal tidak menyukai Hawk, dengan teganya membunuh Hawk di depan Glass yang tidak berdaya. Ia juga mengubur Glass hidup-hidup.
Keesokan harinya Fitzgerald mengajak Bridger untuk meninggalkan tempat itu dengan alasan takut ada serangan dari suku Indian.
Dalam perjalanannya Fitzgerald mengaku kepada Bridger bahwa Ia berbohong dan meninggalkan menguburkan Glass dalam keadaan hidup.
Sesampainya di Fort Kiowa, Fitzgerald tetap dengan kebohongannya dan menerima upah besar dari Kapten Andrew. Sedangkan Bridger yang merasa bersalah tidak mau menerima uang tersebut.

Di sisi lain, Glass tanpa putus asa berusaha menyelamatkan dirinya. Bahkan dalam kondisinya yang masih sekarat menceburkan diri ke sungai untuk menghindari serangan suku Arikara.
Beruntung Ia bertemu pengungsi dari suku Pawnee. Hikuc menolong Glass dan membangunkan tenda untuknya untuk berlindung dari badai.
Setelah badai berlalu, Glass bangun dari tidurnya. Ia berjalan mengelilingi tenda dan menemukan mayat Hikuc. Ternyata malam itu sekelompok pemburu membunuh Hikuc dan menggantungnya begitu saja.
Ia juga menemukan seorang wanita yang menjadi sandera pemburu tersebut. Glass membunuh beberapa pemburu dan menyelamatkan sanderanya, setelah itu kabur dengan menggunakan kuda Hikuc.
Keesokan harinya Glass kembali menghadapi serangan suku Arikara. Sayangnya Ia jatuh ke jurang dan terjebak badai. Beruntung tak lama kemudian Ia bertemu oleh Kapten Henry dan pasukannya.
Setelah pulih kembali, Glass mengejar Fitzgerald yang kabur untuk membalas dendam atas kematian Hawk dan kejadian yang menimpanya.
Baca juga: Review Film Korea Miss & Mrs. Cops (2019)
Kisah Nyata The Revenant
Meskipun terdengar sadis, namun film the revenant memang benar-benar diangkat dari kisah nyata. Sebelum diangkat menjadi film, kisah ini juga dimuat dalam novel yang berjudul sama karya Michael Punke.
Hugh Glass merupakah salah satu tokoh yang cukup terkenal dalam sejarah Amerika. Ia adalah seorang penjaga perbatasan dan pemburu kulit hewan yang juga bekerja sebagai pemandu untuk Jendral William Ashley pada tahun 1823.

Selama masa perburuan, Glass selalu mengintai sekitar hutan bersama anggota kelompok lainnya. Pada saat pengintaian itulah Glass bertemu dengan induk beruang grizzly dan dua anaknya.
Meskipun dia sudah mengeluarkan tembakan, beruang itu masih mampu menyerang Glass dengan ganas. Pertarungan mereka berakhir setelah anggota kelompoknya membunuh beruang itu bersama-sama.
Glass menderita luka fisik yang cukup parah. Ia yang setengah sadar ditemani dua anggota kelompok tersebut yang memutuskan untuk tetap tinggal bersamanya selama beberapa waktu.
Meskipun tidak ada perkembangan, keinginan hidup Glass sangat tinggi.
Setelah beberapa hari, John Fitzgerald dan Jim Bridger akhirnya memutuskan untuk meninggalkan dan membiarkannya mati karena takut jika hal itu juga akan terjadi pada mereka jika tetap berkeliaran di sekitar hutan.
Pada waktu itu, pihak pemburu kulit hewan memang sering berselisih dengan suku Arikara, yang bahkan telah membunuh 15 anggota kelompok Jendral Ashley.
Fitzgerald dan Bridger meninggalkan Glass dengan membawa seluruh perlengkapannya. Mereka sangat yakin bahwa Glass tidak akan mampu untuk bertahan hidup.
Ajaibnya, dalam beberapa hari Glass pulih dengan sendirinya. Ia bertahan hidup di hutan dengan memakan akar dan buah beri.
Setelahnya, Ia menuju Fort Kiowa dengan tujuan untuk membalaskan dendamnya pada dua orang yang meninggalkannya.

Seperti ungkapan populer,
“Tidak ada motivasi yang lebih baik dari pada balas dendam”
Glass setelah bangkit dari ambang kematian jauh lebih kuat dan lebih siap untuk bertahan dan menyelesaikan balas dendamnya.
Baca juga: 7 Film Kisah Nyata Thriller Terbaik
Sayangnya, kisah Hugh Glass yang termuat dalam film The Revenant sedikit berbeda dengan catatan sejarah.
Beberapa ahli sejarah menyangkal Glass pernah menikah dengan salah seorang anggota suku Pawnee dan mempunyai anak.
Akan tetapi, terlepas dari itu, kisah perjuangan hidup Hugh Glass yang ditinggalkan di hutan saat sekarat abibat serangan beruang merupakan sepenuhnya kisah nyata.
Siapakah Pemain The Revenant?
Kesuksesan film The Revenant tentunya didukung oleh sederet aktor yang turut berpartisipasi dalam pembuatan film ini. Siapa sajakah pemain dalam film The Revenant?
Leonardo Di Caprio (Hugh Glass)

Leonardo Di Caprio memerankan Hugh Glass, seorang pemburu kulit hewan yang juga merangkap pemandu untuk kelompok ekspedisi. Leo berhasil memerankan Hugh Glass dengan apik.
Aktingnya yang totalitas juga banyak menuai pujian. Leo bahkan benar-benar masuk ke sungai yang permukaannya sudah membeku.
Ia juga memakai kulit binatang seberat 46 kg untuk tetap hangat. Potret kesedihan Hugh Glass yang kehilangan istri dan juga anaknya juga terlihat di beberapa adegan.
Tom Hardy (John Fitzgerald)

Selain Leonardo Di Caprio, Tom Hardy juga ikut berpartisipasi dalam project film ini. Ia mengambil peran sebagai villain yaitu John Fitzgerald.
Dalam kisah ini, Fitzgerald merupakan salah satu tokoh penting juga selain Hugh Glass. Sosoknya yang egois dan materialistis menjadi salah satu sumber konflik.
Ia yang meninggalkan Glass saat tengah sekarat di masa lalu membuatnya harus membayar harga yang setimpal. Ia harus menerima akhir hidupnya yang tragis.
Will Poulter (Jim Bridger)

Jim bridger memerankan sosok partner Fitzgerald yang juga menemani Glass saat sekarat, yaitu Will Poulter. Dalam film ini, Poulter tidak secara sadar meninggalkan Glass yang sekarat.
Fitzgerald membohonginya dan mengatakan bahwa Glass telah meninggal dan dikuburkan dengan baik. Meskipun begitu, Ia juga tidak berani mengatakan kejujuran kepada Kapten Henry.
Poulter hanya memilih untuk tidak mengambil hadiah yang dari Kapten Henry seperti kesepakatan di awal.
Review Film The Revenant
Dari sejumlah sinopsis film The Revenant yang saya baca, akhirnya saya tertarik untuk menonton film ini.
Hal yang paling menarik dari film ini buat saya adalah kemampuan akting Leonardo DiCaprio yang memukau dan sinematografinya yang luar biasa.
Meskipun, tak dapat dipungkiri plot yang intense dan seru juga menjadi alasan kenapa film ini sangat menarik.

Dalam film ini, Leo sangat menyatu dengan karakter Hugh Glass. Akting Leo mampu menampilkan seluruh emosi Glass.
Beberapa adegan Glass ketika dalam keheningan menggambarkan sosok yang kesepian setelah kematian istri dan anaknya. Kemarahan juga tergambarkan karena dendam atas kematian anaknya.
Perjuangan hidupnya yang pantang menyerah meskipun dihadapkan kematian berkali-kali menunjukkan seberapa kuat tekatnya untuk terus hidup dan membalaskan dendamnya.
Selain itu, karakter villainnya pun cukup menarik buat saya. Sosok Fitzgerald bukanlah sosok yang berlebihan mengumbar emosinya seperti umumnya karakter villain.
Didasari keinginannya untuk bertahan hidup ditambah karakternya yang memang egois dan minim empati lah yang membuatnya menjadi sosok yang kejam.
Alur cerita yang intens dan seru juga membuat film ini tidak terasa membosankan. Pengemasan adegannya cukup padat dan pesannya juga kuat.
Potret perkelanhian antar suku dalam film ini juga seru dan tidak terkesan palsu. Di samping itu, adegan berdarah-darahnya juga tidak terlalu berlebihan, sesuai dengan kebutuhan alur cerita.
Selain terkesan dengan akting Leonardo Di Caprio yang mumpuni, saya juga sangat terkesan dengan sinematografinya.
Penggambaran alam liar di musim gugur yang kemudian beralih ke musim dingin sangat memanjakan mata. Meskipun kabarnya film ini hanya menggunakan pencahayaan alami, tanpa menggunakan alat bantu.

Setelah melalui masa produksi yang cukup berat, film ini berhasil rampung dengan hasil yang sangat memuaskan.
Tak tanggung-tanggung, The Revenant berhasil meraih 3 penghargaan Oscar sekaligus untuk aktor terbaik, sutradara terbaik, dan sinematografi terbaik.
Pesan yang saya dapatkan dari film ini yaitu, menunjukkan seberapa jauh manusia bisa bertahan? Termasuk bertahan melawan diri sendiri.
Sosok Hugh Glass telah memberikan contoh bahwa manusia bisa bertahan dalam keadaan terburuk sekalipun dengan tekad yang kuat dan tidak mudah menyerah.
Kesimpulan
Alur cerita film ini seru dan padat. Selain itu oleh pemerannya yang juga merupakan mampu menampilkan masing-masing karakternya dengan baik.
Berdasarkan sinopsis dan review the Revenant, film ini direkomendasikan untuk pecinta genre action thriller.


